Rabu, 14 April 2021
PINGIN HAJATMU KABUL TIAP HARI, SIMAK VIDEO DI BAWAH INI
Rabu, 24 Februari 2021
Senin, 18 Januari 2021
Kisah Nabi Musa as
Rabu, 13 Januari 2021
DAFTAR NILAI AKIDAH AKHLAK MTs AL FALAH DEPOK - TOROH
Selasa, 12 Januari 2021
PRESIDEN JOKOWI MENERIMA VAKSIN,
DAFTAR CALON SISWA BARU
Untuk melihat daftar calon siswa baru MTs Al Falah Depok - Toroh tahun ajaran 2021/2022, silah klik disini
PPDB 2021 MTs AL FALAH DEPOK - TOROH
BERIMAN KEPADA QODLO' DAN QODAR
IMAN KEPADA QODHO DAN QODAR
A.
PENGERTIAN
QODLO DAN QODAR
Qodlo
secara bahasa berarti hukum, ketentuan, ketetapan. Sedangkan secara istilah
artinya ketetapan Allah yang ada sejak zaman azali ( sebelum alam diciptakan).
Jadi sebelum alam ini diciptakan, semua hal tentang kita semua baik jodoh mati
dan lahir sudah ditetapkan oleh Allah swt.
Qodar
secara bahasa berarti ukuran, peraturan. Sedangkan secara istilah qodar berarti
peraturan Allah mengenai suatu perkara, misal tentang hubungan sebab – akibat.
Contohnya sebab sakit perut karena memakan makanan yang basi/ tidak baik.
Dari
pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa qodlo dan qodar memiliki
hubungan sebab-akibat. Misalnya seseorang yang tidak belajar / tidak
mengerjakan tugas maka nilainya tidak akan baik, dalam hal ini tidak belajar/
tidak mengerjakan tugas ( qodlo) dan nilainya tidak baik (qodar). Contoh
berikutnya Allah hendak menetapkan ada kehidupan di dunia ini ( qodlo), maka
Allah menciptakan matahari sebagai sumber energi untuk sarana kehidupan
(qodar).
B.
DALIL
QODLO DAN QODAR
QODLO
Qs Al Ahzab : 36
Artinya : Dan tidaklah
patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin,
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi
mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah
dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.
QODAR
Qs. Al Qomar : 49
Artinya : Sesungguhnya
Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Macam – macam takdir
1. Takdir
mu’allaq
Takdir
mu’allaq adalah takdir yang masih bisa diusahakan. Contoh ketika seseorang dilahirkan
dikeluarga miskin, tidak menjadikan ia miskin selamanya, tergantung pada
usahanya, jika ia berusaha dengan keras suatu saat ia akan bisa merubah
nasibnya menjadi kaya. Sebaliknya, ketika seseorang dilahirkan di keluarga kaya
raya, tidak menutup kemungkinan ia bisa menjadi miskin jika hidupnya hanya
berfoya – foya dan tidak mau berusaha. Jadi mengenai takdir mu’allaq ini
tergantung pada usaha dan do’a kita kepada Allah. Karena dalam Qur’an surat
Ar-Ro’du : 11
![]() |
Artinya
: Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadan suatu kaum, sebelum mereka
merubah keaadan diri mereka sendiri.
2. Takdir
Mubrom
Takdir mubrom adalah takdir yang tidak dapat diusahakan seperti waktu meninggal, jodoh, dan lahir. Ketika seseorang sudah waktunya meninggal maka tidak ada yang bisa menundanya, dan sebaliknya jika seseorang belum waktunya meninggal tidak ada yang bisa mempercepatnya. Hal ini sesuai dengan Qur’an surat Yunus : 494
Artinya
Jika telah datang ajal kepada mereka, maka tidak ada yang dapat mengundurkan
dan mengajukkannya.
C.
CIRI
– CIRI PERILAKU ORANG YANG BERIMAN KEPADA QODLO’ DAN QODAR.
Adapun
ciri – ciri orang yang beriman kepada qodlo’ dan qodar, dapat ditunjukkan
dengan perilaku antara lain sebagai berikut;
1. Bersyukur
dan bersabar
Seseorang yang beriman
kepada qodlo’ dan qodar pasti meyakini sepenuhnya bahwa semua nikmat dan musibah
berasal atas kehendak Allah swt, maka dari itu ketika ia mendapat nikmat, ia
bersyukur karena semuanya berasal dari Allah swt. Dan ketika ditimpa musibah,
ia bersabar, karena ia yakin bahwa semua adalah ujian dari Allah dan akan
mendapat nikmat setelah musibah tersebut terlewati.
2. Menjauhkan
diri dari sifat sombong dan putus asa.
Seseorang yang beriman
kepada qodlo’ dan qodar, ia meyakini sepenuhnya bahwa keberhasilan atas
kehendak Allah dan karena itu ia tidak merasa bahwa keberhasilanya bukan semata
– mata atas usahanya sendiri, oleh sebab itu ia merasa tidak ada yang patut
disombongkan, sebaliknya jika ia gagal, ia tidak berputus asa, karena meyakini
semua sudah ditetapkan oleh Allah swt, dan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah
swt pastilah mengandung kebaikan, karena tidak ada sesuatu yang lebih baik
kecuali yang ditetapkan oleh Allah swt.
3. Optimis
dan giat bekerja
Tidak ada seorang pun
yang mengertahui keadaan yang akan datang, maka dari itu orang yang beriman
kepada qodlo’ dan qodar wajib optimis dan giat bekerja suapaya Allah meridhoi
usahanya dan menetapkan keadaan yang lebih baik di masa mendatang.
4. Ketenangan
jiwa
Setiap yang terjadi
adalah ketentuan Allah swt, dan hal itu pasti mengandung kebaikan baik diri
sendiri maupun bagi orang lain, oleh sebab itu orang yang beriman kepada qodlo’
dan qodar selalu memiliki ketenang jiwa, karena ia ridho akan ketentuan Allah
swt. Suatu contoh seseorang yang beriman kepada qodlo’ dan qodar ada yang
bersyukur ketika ia memiliki uang hanya cukup untuk kebutuhan hidup, dan tidak
bisa untuk hal yang lainnya. Ia bersyukur karena uangnya habis, dengan habisnya
uang tersebut ia jadi tidak bisa melakukan maksiat yang berhubungan dengan
biaya, ke diskotik, beli minuman keras, karaoke atau bahkan melakukan
prostitusi, karena uangnya habis maka ia terhindar dari hal – hal maksiat
tersebut.
5. Memperkuat
tawakkal kepada Allah swt.
Semua yang terjadi dan
tidak terjadi adalah atas ketentuan Allah swt, oleh sebab itu orang yang
beriman kepada Allah swt memiliki sifat tawakkal kepada Allah swt melebihi
kebanyakan orang lain. Orang yang beriman kepada qodlo dan qodar tidak khawatir
tentang masa depannya, karena ia yakin semua yang ditentukan oleh Allah swt
pastilah untuk kebaikan semuanya.
Rabu, 06 Januari 2021
ASMAUL HUSNA
ASMAUL HUSNA
A.
Pengertian Asmaul Husna
Secara
bahasa Asmaul Husna terdiri dari dua kata yaitu Asma’ dan Husna, Asma’ artinya
nama dan Husna artinya baik, sedangkan secara istilah Asmaul husna adalah nama –
nama yang baik bagi Allah. Menurut hadist yang diriwayatkan imam bukhori dan
muslim asmaul husna berjumlah 99, dan boleh berdoa dengan nama mana saja yang
disukai dalam asmaul husna
B.
Sepuluh Nama dari Asmaul Husna
Dari 99 asmaul husna, yang akan kita bahas pada kelas 7 di semester genap ini hanyalah 10, yaitu Al aziz, Al Ghoffar, Al Basit, An-Nafi, Ar-Rauf, Al Barr, Al-Hakim, Al Fattah, Al-Adlu, Al Qoyyum
Al Aziz (Maha perkasa)
Allah adalah dzat yang Maha Perkasa, Keperkasaannya tidak terbatas, bukti Allah Maha Perkasa adalah Seluruh alam ini tunduk pada sunnatullah (hukum alam). Contoh sunnatullah adalah jatuh – kebawah, terbang – keatas, tidak ada yang namanya jatuh ke atas. Dan setiap makhluk hidup pasti mati, tidak ada yang bisa menunda maupun mempercepatnya.
Al Gaffar ( Maha Pengampun)
Selain Maha Perkasa, Allah juga memiliki sifat maha pengampun, hal ini dibuktikan dengan adanya kesempatan bertaubat bagi siapa saja yang melakukan dosa/maksiat, tidak langsung diazab.
Al Basit (Maha melapangkan Rizki)
Allah Maha melapangkan rizki artinya Allah memberi rizki kepada semua makhluk hidup tanpa pilih kasih, yang jarang sholat dikasih rizki, yang sholat tekun juga dikasih rizki, hanya saja rizki setiap makhluk berbeda-beda sesuai dengan usaha dan kebutuhannya. Bukti Allah Maha Melapangkan rizki adalah adanya hujan, dari hujan air bisa mengairi tumbuh-tumbuhan, hewan yang kepanasan dan kehausan bisa minum, dari tumbuhan buahnya bisa dijual, dari hewan susu dan daginya bisa diminum dan dimakan oleh manusia.
Al Nafi ( Maha memberi manfaat)
Allah selalu menciptakan makhluknya memiliki manfaat dan peranannya masing – masing. Tidak ada satu pun makhluk Allah yang diciptakan tidak bermanfaat, contoh “cacing’, cacing mungkin secara tidak langsung tidak memberi manfaat bagi kita, tapi tahukah kamu, bahwa cacing bisa menggemburkan tanah dan membuat tumbuhan menjadi subur. ‘Nyamuk’ bagi kita semua nyamuk adalah serangga pengganggu, tapi dengan adanya nyamuk, berdirilah pabrik obat nyamuk yang bisa dijual dan menghasilkan uang. Jadi dengan demikikan semua ciptaan Allah ada manfaatnya
Ar Rauf ( Maha Pengasih)
Salah satu bentuk kasih sayangnya Allah kepada hamba-Nya adalah surga dan kesempatan untuk bertobat.
Al Bar (Maha melimpahkan kebaikan)
Allah merupakan zat yang memiliki kebaikan dari segala kebaikan baik di dunia maupun diakhirat, bukti kebaikan Allah adalah dengan adanya oksigen yang dihirup makhluk hidup tanpa harus membayar.
Al Hakim (Maha bijaksana)
Bukti kebijaksanaan Allah adalah adanya Al qur’an petunjuk hidup seluruh umat manusia.
Al Fattah ( Maha memberi Keputusan)
Allah yang maha menentukan nasib semua hamba di dunia dan akhirat, hal ini dibuktikan dengan semua usaha manusia ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil
Al Adlu ( Maha Adil)
Allah maha adil dibuktikan dengan adanya surga dan neraka, yang taat masuk surga, yang sering bermaksiat dan tidak bertobat akan masuk neraka.
Al Qoyyum ( Maha terus menerus mengurus)
Allah setelah menciptakan alam ini, Allah tidak
membiarkannya tetapi tetap diurus secara terus menerus, hal ini dibuktikan
dengan adanya Alam ini sampai sekarang.
HASIL PENILAIAN AKHIR SEMESTER 6 KELAS 9 MTs AL FALAH TOROH TAHUN PELAJARAN 2021-2022
Hasil Penilaian Akhir Semester 6 bagi kelas 9 MTs Al Falah Depok Toroh dapat dilihat di link berikut : Bahasa Indonesia lihat Al Qur...



